google-site-verification=vPNmk_gAkH4QjBYcT5qlXQQihAeYK0QhhybUOmS39S0
Kaleng Kerupuk Mini - Cetakan Kue - Aneka Loyang - Klakat / Kukusan - Kotak Surat - Standing Ashtray - Ember Mini - Peralatan Dapur - Perlengkapan Kantor - Perlengkapan Rumah
Beranda » Artikel » Sejarah Kerupuk di Indonesia

Sejarah Kerupuk di Indonesia

Diposting pada 9 July 2019 oleh admin | Dilihat: 214 kali

Kerupuk, sudah tidak asing lagi di telinga sebagian besar penduduk Indonesia. Hampir setiap kuliner nusantara, menjadikan kerupuk sebagai pendamping, bahkan bahan utama masakan seperti pada seblak. Beragam kerupuk bisa ditemukan, diantaranya kerupuk udang dan kerupuk rambak. Namun, makanan ringan ini ternyata menyimpan cerita yang patut diketahui.

Kerupuk atau krupuk adalah makanan ringan yang pada umumnya dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan. Kerupuk dibuat dengan mengukus adonan sampai matang, kemudian dipotong tipis-tipis, dikeringkan di bawah sinar matahari sampai kering dan digoreng dengan minyak goreng yang banyak. Makanan ini populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai lauk hidangan serta sebagai jenis lomba makan utama pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia.

Kerupuk tidak selalu berbahan dasar tepung tapioka, tetapi lebih kepada 3 proses persiapan. Pembuatan, pengeringan, dan pemasakan (bisa digoreng dengan minyak ato pasir, atau dibakar).

Kerupuk Udang

Sudah Ada di Pulau Jawa Semenjak Abad ke-9 M

Penganan renyah pendamping makan ini ternyata tercatat di prasasti Batu Pura, menuliskan tentang kerupuk rambak terbuat dari kulit kerbau atau sapi, semenjak abad ke-9 M atau ke-10 M di Pulau Jawa. Wah sudah lama sekali ya! Bahkan keberadaan kerupuk rambak pun masih ada hingga kini, seperti di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Sukoharjo.

Seiring berkembangnya waktu, kerupuk menyebar ke penjuru nusantara bahkan sampai ke Semenanjung Melayu. Dalam naskah Melayu karya Abdul Kadir Munsyi, saat menyebut Kuantan (Malaysia) sekitar abad ke-19 M disebut juga tentang keropok alias kerupuk. Bukan orang Melayu saja, kerupuk mulai disukai pada zaman penjajahan Belanda. Sehingga kerupuk harus selalu ada di setiap hidangan nusantara.

Salah satu pengusaha kerupuk pertama berasal dari Tasikmalaya bernama Sahidin dan Sukarma. Berjualan semenjak tahun 1930 di Jalan Kopo depan Rumah Sakit Emanuel Bandung. Pegawai yang dulu pernah mengabdi di pabrik Sahidin dan Sukarma, cukup banyak yang berhasil mendirikan usaha kerupuk sendiri. Sekarang pun pengusaha kerupuk sudah tersebar hampir di seluruh penjuru Indonesia, dengan beragam jenis kerupuk.

Jenis Kerupuk di Indonesia

Indonesia memiliki varian kerupuk yang tidak hanya sebagai penganan pendamping tapi masing-masing memiliki cerita dibaliknya. Seperti karupuak jangek dari Minangkabau, berbahan dasar kulit sapi atau kerbau. Konon terinspirasi dari kerupuk kulit babi dari orang Tionghoa yang datang ke Minangkabau semenjak abad ke-18 M. Namun disesuaikan menjadi kulit sapi atau kerbau dikarenakan penduduk Minangkabau mayoritas Muslim.

Masyarakat Melayu di Indonesia pada abad ke-19 memanfaatkan hasil laut seperti udang dan ikan, dijadikan bahan dasar kerupuk. Sampai kini pun, kerupuk udang dan kerupuk ikan mudah didapat baik mentah maupun sudah digoreng di pasar tradisional maupun ritel modern.

Kerupuk udang dan kerupuk ikan adalah jenis kerupuk yang paling umum dijumpai di Indonesia. Kerupuk berharga murah seperti kerupuk aci atau kerupuk mlarat hanya dibuat dari adonan sagu dicampur garam, bahan pewarna makanan, dan vetsin.

Kerupuk biasanya dijual di dalam kemasan yang belum digoreng. Kerupuk ikan dari jenis yang sulit mengembang ketika digoreng biasanya dijual dalam bentuk sudah digoreng.

Kerupuk kulit atau kerupuk ikan yang sulit mengembang perlu digoreng sebanyak dua kali. Kerupuk perlu digoreng lebih dulu dengan minyak goreng bersuhu rendah sebelum dipindahkan ke dalam wajan berisi minyak goreng panas. Kerupuk kulit (kerupuk jangek) adalah kerupuk yang tidak dibuat adonan tepung tapioka, melainkan dari kulit sapi atau kerbau yang dikeringkan.

Bagikan informasi tentang Sejarah Kerupuk di Indonesia kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Kerupuk di Indonesia | Kampung Kaleng

Belum ada komentar untuk Sejarah Kerupuk di Indonesia

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
QUICK ORDER
Kotak Surat Ukuran 40 x 15 x 50 – Jingga

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 450.000
Ready Stock / PK24
Rp 450.000
Ready Stock / PK24
QUICK ORDER
Loyang Kue/ Roti Sobek

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 22.500
Ready Stock / LY25
Rp 22.500
Ready Stock / LY25
QUICK ORDER
Cetakan Kue Pastel Mini

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 3.000
Ready Stock / KK37
Rp 3.000
Ready Stock / KK37
SIDEBAR

Kampung Kaleng:

Kamurang RT 02/07 No. 5 Puspasari Citeureup Bogor 16810

EMAIL:

Email: admin@kampungkaleng.com
Website: www.kampungkaleng.com

CUSTOMER SERVICE:

081392660009 (Whatsapp + Telp.)
087884888909 (Whatsapp)
08159029109 (Whatsapp + Telp.)