Kontak Kami

( pcs) Checkout

Kaleng Kerupuk Mini - Cetakan Kue - Aneka Loyang - Klakat / Kukusan - Kotak Surat - Standing Ashtray - Ember Mini - Peralatan Dapur - Perlengkapan Kantor - Perlengkapan Rumah
Beranda » Artikel » Cerita Rotinya si John

Cerita Rotinya si John

Diposting pada 19 January 2019 oleh admin

Di Malaysia, orang bule sering disebut “John”, ketika Shukor (orang yang pertama kali membuat roti John) mendapat pesanan untuk mereka, kemudian menyebut roti buatannya, dengan Roti John. Dari situlah asal muasal nama “Roti John” muncul untuk pertama kalinya.

Makanan ini pertama kali populer di Indonesia, lebih tepatnya di kota Surabaya berkat kehadirannya di kios Roti John Surabaya. Muncul memberikan variasi roti terbaru, tak anyal sajian ini menjadi jajanan favorit arek-arek Suroboyo, dan hingga akhirnya kini menjalar ke kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Bandung, dan masih banyak lagi.

Roti John

Jika dilihat dari bentuknya, roti John terdiri dari roti Baguette lunak dengan isian seperti telur dadar, sayuran, ham, daging cincang, sosis, rempah-rempah, serta campuran saus sambal dan mayonnaise.

Berasal dari Semenanjung Malaysia

Walaupun baru saat ini populer di Indonesia, Roti John ternyata telah lebih dahulu populer di semenanjung Malaysia seperti di negara Malaysia, Singapura, dan Brunei Darrusalam.

Menurut buku Not Just A Good Food Guide Singapore, makanan Malaysia ini ditemukan di Singapura oleh Shukor, seseorang yang mempunyai kios yang sekarang Taman Serasi Food Centre, dekat Botanical Gardens.

Cerita dimulai ketika Shukor sering dimintai banyak orang barat yang tinggal di daerah tersebut untuk menggorengkan mereka telur dadar bawang Bombay yang sering mereka makan dengan roti.

Permintaan ini membuat Shukor menemukan kombinasi makanan baru yang menggabungkan dua bahan yang sangat dicintai konsumennya, dari situlah Roti John berasal.

Lalu bagaimana bisa dinamakan Roti John? Shukor pun menjelaskan seperti ini. Roti adalah kata “Bread” di Malayasia, dan dulu, masyarakat lokal memanggil warga asing berkulit putih dengan sebutan “John”.

Karena makanan ini dibuatkan untuk mereka, jadi wajar saja jika menggunakan kata John pada nama makanan ini.

Komposisi

Bahan yang digunakan untuk membuat roti john antara lain daging cincang (ayam, daging sapi, atau domba), bawang, telur, saus tomat, saus sambal, dan roti (biasanya roti panjang seperti baguette).

Daging cincang, telur, dan bawang cincang dicampur lalu dituangkan ke dalam penggorengan dan dipotong memanjang, lalu roti yang telah dibelah dua ditempel dan ditekan ke dalam campuran tadi. Ketika telur mulai matang, semua roti kemudian dibalik untuk mematangkan sisi yang lain. Roti kemudian diangkat untuk disajikan ke atas piring, untuk kemudian diberi bahan tambahan lain sesuai selera seperti salad, saus tomat/ saus cabai dan mayones, sebelum dipotong menjadi beberapa bagian. Varian lainnya adalah adalah memasukkan daging cincang, bawang, dan saus ke dalam belahan baguette, kemudian baguette dicelupkan ke dalam telur yang telah kocok, kemudian semuanya digoreng di penggorengan.

Bagikan informasi tentang Cerita Rotinya si John kepada teman atau kerabat Anda.

Cerita Rotinya si John | Kampung Kaleng

Belum ada komentar untuk Cerita Rotinya si John

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:

Kampung Kaleng:

Kamurang RT 02/07 No. 5 Puspasari Citeureup Bogor 16810

EMAIL:

Email: admin@kampungkaleng.com
Website: www.kampungkaleng.com

CUSTOMER SERVICE:

081392660009 (Whatsapp + Telp.)
087884888909 (Whatsapp)
08159029109 (Whatsapp + Telp.)

SIDEBAR